Review: Valkyrie (Movie)
Baru aja semalem nonton film Valkyrie, sebuah film yang menceritakan pemberontakan yang gagal terhadap pemerintahan Hitler. Adalah Claus Philipp Maria Justinian Schenk Graf von Stauffenberg (namanya panjang amat) atau biasa dipanggil Colonel Stauffenberg, seorang kolonel pada PD II yang sangat loyal terhadap nasional Jerman, namun tidak suka dengan cara Hitler menaklukan Eropa (yang memakan ribuan korban perang). Saya pernah nonton film sejenis yang berjudul Stauffenberg, versi Jerman-nya, lebih detail dan lebih berasa Jerman karena percakapan di film pake bahasa Jerman.
Film ini cukup bagus ditonton karena bernilai sejarah, keseluruhan plot cerita sudah terwakili, bagian-bagian terpenting dari film dengan apik disuguhkan, seperti ketika Stauffenberg bertemu dengan Hitler untuk meminta tanda-tangan pengesahan operasi Valkyrie yang ditulis ulang. Pada film ini juga mengingatkan saya tentang psikologi intelijen yang secara tidak sadar dilakukan Jenderal Olbricht dan Kol. Stauffenberg ketika menghadapi Jenderal Fromm. Hal-hal dramatis pun dapat dengan baik terlihat dari keseluruhan cerita, seperti ketika Stauffenberg menyuruh istrinya untuk tinggal di kota lain.
Namun sayang dan amat disayangkan, film ini menggunakan percakapan bahasa Inggris. Seandainya Hollywood mau menggunakan bahasa Jerman dalam film ini, saya yakin ratingnya lebih tinggi dari 7.04 (versi IMDB, 13 Februari 2009).
Akhir review, saya menyarankan nonton film ini untuk menambah pengetahuan bukan buat nambah tiket XXI / 21 di kamar. Oiya, film ini berdurasi sekitar 1:45 - 2:00 jam, so prepare it.
1 komentar:
-
Not bad lah valkyrie.
Street Fighter chunli udah lewat atau emang ga nyampe ke indonesia sih?
btw masih sama om GD lo?
Dah beres kul?





